SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI 888 V-IXION CLUB MEDAN

Jumat, 24 Agustus 2012

Nih, Tampang Vixion Baru Nongol Di Motor Plus!!!



Ciri-ciri perubahan dibanding yang sekarang antara lain pelek dan ban lebih lebar, rear disc brake dan swing arm lebih kekar. Lampu belakang juga berubah desain bro. Untuk model body terlihat lebih gambot mengimbangi kaki-kaki yang kekar.
Makanya tak salah untuk yang berencana membeli Vixion ditahan dulu aja. Siapa tahu gak lama lagi bakalan nongol. Tulisan sebelumnya silahkan klik di sini bro http://proud2rideblog.com/2012/03/13/hot-news-tahan-beli-yamaha-vixion-versi-baru-segera-meluncur/

Jumat, 03 Agustus 2012

Tata Cara Touring dan Safety Riding (Part - 2)

Setiap acara berkendara bersama (Touring) diwajibkan adanya petugas sebagai berikut :

1. Road Captain
2. Safety Officer
3. Vorijder
4. Sweeper
5. Technical Officer
6. Medical Officer

Dimana tugas dan tanggung jawabnya akan diuraikan sebagai berikut :

1. ROAD CAPTAIN (RC)
a. Adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kelancaran perjalanan Turing pulang-pergi.
b. Memimpin briefing dan doa selama kegiatan touring berlangsung.
c. Menentukan rute perjalanan yang akan dilalui berikut rute Pulang-Pergi.
d. Menentukan rest point dan pom bensin.
e. Mengambil keputusan pada saat terjadinya keadaan darurat dengan melakukan koordinasi dengan petugas-petugas touring yang lain.
f. Posisi RC bisa merangkap sebagai petugas yang lain atau hanya sebagai peserta saja tergantung kebutuhan saat turing berjalan.

2. SAFETY OFFICER (SO)
a. Bertugas untuk memastikan jalur yang akan dilalui oleh peserta berkendara berkelompok adalah jalur yang aman dan layak untuk dilalui.
b. Selalu bekerja sama dengan VO dalam hal mengatur kecepatan kelompok dengan pertimbangan keselamatan bersama.
c. Wajib memahami arah rute perjalanan dan kondisi ruas jalan yang akan dilalui sehingga bisa memprediksi kecepatan.
d. Posisi SO berada paling depan dari rombongan dan diperkenankan melepaskan diri jauh ke depan guna mengantisipasi keadaan

3. VORIJDER (VO)
a. Tugas utamanya adalah memimpin perjalanan rombongan dengan mengatur ritme kecepatan seluruh peserta selama perjalanan dengan dasar masukan dari SO, SW dan RC.
b. Memberikan tanda-tanda (Hand & Foot sign) guna keselamatan rombongan dan wajib disampaikan secara berantai oleh seluruh peserta di belakangnya.
c. Berinisiatif dalam mengambil jalan yang aman bagi seluruh peserta berkendara berkelompok dengan berbagai konsekwensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
d. Mengenali rute yang akan dilalui, termasuk memahami tempat-tempat sebagai restpoint dan pom bensin terdekat.

4. SWEEPER (SW)
a. Sweeper terbagi menjadi 2 yaitu Sweeper Tengah (Mid Sweeper) dan Sweeper Belakang (End Sweeper).
b. Tugas utama Sweeper adalah memastikan seluruh peserta tetap pada posisinya masing-masing pada saat Touring berlangsung.
c. Sesuai dengan namanya, posisi dari sweeper tengah berada ditengah-tengah rombongan dan diperkenankan untuk maju sampai batas posisi VO untuk berkoordinasi jika ada peserta yang trouble.
d. Posisi Sweeper belakang adalah sebagai penutup rombongan, otomatis posisinya adalah paling belakang.
e. Sweeper belakang diperkenankan untuk maju sampai batas Sweeper Tengah untuk berkoordinasi menyampaikan pesan jika ada peserta yang trouble kemudian disampaikan oleh sweeper tengah kepada VO, atau langsung Sweeper Belakang sendiri yang berkoordinasi dengan VO.
f. Menyampaikan kondisi seluruh peserta berkendara berkelompok kepada VO dalam hal mengatur ritme kecepatan perjalanan.
g. Menemani peserta yang mengalami trouble sambil menunggu kedatangan TO atau MO untuk mengatasi masalah yang ada.
h. Mengatur posisi peserta dalam perjalanan guna memberikan jalan bagi kendaraan yang akan mendahului rombongan.

5. TECHNICAL OFFICER (TO)
a. Mengetahui teknik dasar perbaikan kendaraan guna mengantisipasi adanya trouble dari segi teknis pada kendaraan bermotor peserta Touring.
b. Mempersiapkan alat-alat / tool kit standard yang dibutuhkan pada saat trouble.
c. Mempersiapkan sparepart fast moving cadangan guna mengantisipasi adanya kerusakan kendaraan peserta dan mengakibatkan harus di gantinya sparepart tersebut.
d. Berkoordinasi dengan memberi masukan secara teknis kepada seluruh petugas guna mengatur ritme kecepatan rombongan jika ada peserta yang trouble secara teknis.
e. Memberikan solusi terbaik dalam hal menangani trouble jika tidak dapat ditangani sendiri maupun seluruh peserta touring dengan merujuk pada bengkel yang terdekat.

6. MEDICAL OFFICER (MO)
a. Memahami dasar-dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam menangani insiden kecelakaan terhadap peserta berkendala kelompok.
b. Mempersiapkan obat-obatan standard guna mengantisipasi adanya musibah kecelakaan yang terjadi pada peserta touring.
c. Berinisiatif untuk mengambil tindakan medis lebih lajut bila terjadi resiko yang cukup fatal sehingga tidak dapat ditanggulangi sendiri dengan merujuk kepada Rumah Sakit atau klinik terdekat.
d. Berkoordinasi dengan seluruh petugas dalam hal kondisi medis peserta touring yang berkaitan dengan ritme kecepatan dalam berkonvoi.

POSISI PERJALANAN TURING

1. Pemberangkatan klotur (kelompok touring) dimulai oleh SO diikuti oleh VO dan rombongan sementara SW berada pada sisi kanan atau barisan paling belakang barisan untuk melakukan monitoring bahwa rombongan telah lepas dan melaju dengan baik. Posisi TO dan MO berada di dalam barisan klotur.
2. Pergerakan touring tidak merubah posisi awal saat pemberangkatan dengan detil :
a. Peserta touring yang menyertakan boncengers (istri/pacar/anak/jablay) berada dalam posisi terdepan barisan persis di belakang SO dan VO.
b. Peserta touring wanita (jika ada) berada di dalam rombongan terdepan dibelakang peserta pada poin.a.
c. Peserta yang mewakili trouble (mesin/aksesoris/ban,insiden dll) diharap langsung menepi dengan memberikan hand code pada peserta terdekat agar di koordinasikan dengan SW dan MO.
d. Peserta yang keluar dari rombongan akan di cover oleh peserta dibelakangnya agar tidak memutus barisan.
3. Jika memiliki waktu break pada check point yang telah tersedia, atur barisan parkir seperti saat dalam rombongan agar tidak “merombak” kerapian saat perjalanan touring.
4. Kenali partner di depan dan di belakang bikers agar susunan tidak gampang terpecah.
5. Speed / kecepatan :
a. Perputaran kecepatan 40 – 60 km/jam dalam kota dengan kondisi 40 – 60 m di depan jalanan memiliki space yang leluasa untuk melakukan akselerasi pada kecepatan tersebut.
b. Naik-turunnya kecepatan akan diatur oleh VO berdasarkan opini SO yang telah melihat aman-tidaknya jalur dalam beberapa puluh meter ke depan.
c. Perputaran kecepatan diatas 60 km/jam harus melalui batas toleransi aman atas pertimbangan SO dan bukan atas inisiatif pribadi dalam melakukan akselerasi.

6. Sampai di tujuan :
a. Pergerakan dinamis saat memasuki area parkir di tempat tujuan.
b. Pengaturan kendaraan secara rapi sesuai lahan parkir yang tersedia.

HAL-HAL PENTING YANG HARUS DIPATUHI OLEH PETUGAS DAN PESERTA TOURING


Wajib tune up, sebelum melakukan perjalanan. Bagi kendaraan rekan-rekan yang mengalamai trouble karena kesalahan sepele (tidak tune up, lupa ganti oli, tidak mengecek standar kelistrikan, dll) di dalam kota, sampai lingkup perbatasan kota akan didiskualifikasi oleh Panitia. Bagi Peserta yang mengalami trouble di tengah perjalanan, tim Mekanik, SO dan SW akan menemani peserta hingga dapat meneruskan perjalanan. Jika tersedia mobil storing, kendaraan yang bermasalah akan naik ke mobil tersebut.

PERLENGKAPAN KENDARAAN HARUS LENGKAP DAN BERFUNGSI DENGAN BAIK
Kaca spion harus ada dan dapat berfungsi, lampu-lampu standar kendaraan harus berfungsi dengan baik (head lamp, brake lamp, sign lamp, dan untuk yang memakai lampu rem/lampu asesoris tambahan yang dapat mengganggu konsentrasi peserta lainnya harap dilepas), rem depan dan belakang berfungsi dengan baik, ban layak pakai, minimal ketebalan kembang ban 3 mm.

PESERTA WAJIB MEMAKAI PERLENGKAPAN TOURING STANDAR
Jaket, sarung tangan, helm full face (minimal half face, dilarang memakai cetok), rompi (jika ada), jas hujan (wajib bawa, dilarang keras model ponco), obat-obatan dan perlengkapan pribadi.

• STNK, KTP dan SIM wajib dibawa .
Bagi rekan-rekan yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat tersebut, PANITIA tidak bertanggung jawab atas segala hal yang berhubungan dengan peserta, menyangkut kelengkapan surat-surat berkendara.

SCREENING
Petugas (RC dan SO) akan melakukan screening terhadap kendaraan dan kelengkapan peserta. Bagi peserta yang dinilai tidak lengkap dan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan, berhak didiskualifikasi oleh petugas. Semua anggota WAJIB datang 1 (satu) JAM sebelum keberangkatan.

• TEKNIS PERJALANAN
Dilarang keras membunyikan (memakai) sirine dan klakson secara berlebihan. Hal ini untuk menghindari provokasi dan pendapat miring dari masyarakat.
Peserta dilarang ikut campur mengatur, menanggapi permasalahan selama touring tanpa permintaan dari petugas. Seluruh keputusan dan teknis perjalanan akan dilaksanakan oleh petugas (Vorijder/Road Captain/Safety Officer/Sweeper).

• PARKIR
Mohon untuk parkir dengan rapi, tidak mengganggu pengguna jalan lainnya dan di tempat yang aman. SO dan SW wajib mengatur parkir dengan aman.

BEKAL TURING

Untuk setiap perjalanan touring, diharapkan agar teman-teman sekalian membawa sparepart cadangan masing2 yang terdiri dari:

1. ban dalam,
2. bohlam dpn,
3. busi, sikring,
4. kabel rem/kopling
5. dan tools standar motor

Cheking List kesiapan motor :

1. aki (level air aki pada aki basah - bila pakai)
2. gir set (haus/kendor)
3. stelan kopling
4. lampu-lampu (termasuk warna mika) dan sikring
5. lakher / bearing dan bosh (arm & roda)
6. kampas rem dan minyak rem pada master cakram
7. pengapian
8. stelan mesin & karbu
9. oli mesin
10. kondisi ban dan peleg.
11. Spakboard belakang.
12. Kaca spion

Pastikan semua ceking list diatas dalam keadaan siap pakai Touring!!
Untuk point 7, 8 dan 9 disarankan untuk Tune Up dulu!!

Cheking List kelengkapan pengendara:

1. Helm (bukan helm cetok)
2. Jaket + rompi tambahan
3. Sarung tangan
4. Jas Hujan (Bukan Ponco)
5. Kaus kaki dan sepatu
6. Refresment (permen, minum, krating daeng etc.)
7. Obat-obatan pribadi
8. Senter
9. Pakaian ganti
10. SIM & STNK yang masih berlaku

Pelarangan terhadap penggunaan :

1. Sirine serta klakson secara berlebihan
2. Lampu rotator dan lampu isyarat lainnya seperti yang diatur dalam Undang-undang Lalu lintas yang berlaku
3. Tindakan arogansi serta kekerasan terhadap pengguna jalan lain.

Poin-poin safety riding - Part 1

Poin-poin safety riding


Sebagai penambah wawasan, pada tips kali ini Cpluz akan membahas lebih luas lagi mengenai safety riding.

Secara umum dan teori sefety riding itu bisa diartikan sebagai kondisi dan cara berkendara seorang pengendara motor yang benar, ideal, dan aman (safety) baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain di sekitar kita. Di dalam safety riding terdapat empat poin penting yang harus dipenuhi sehingga dapat menentukan seberapa aman kah seseorang ketika berkendara, Yaitu :

1. Perlengkapan Berkendara
Lengkapi diri kamu dengan perlengkapan berkendara yang wajib dikenakan oleh pengendara motor ketika berkendara, apa lagi kalau bukan helm SNI, sarung tangan, jaket pelindung, celana panjang, sepatu dan termasuk salah satunya SIM. Karena seorang pengendara motor yang memiliki SIM seharusnya bisa berkendara secara disiplin.

2. Kondisi Motor
Kondisi dan kelengkapan motor yang baik dan lengkap seperti kondisi mesin, kelistrikan, gear set, ban, rem, lampu, kaca spion, dll. Jadi cek kondisi dan kelengkapan motor kamu sebelum mulai berkendara, agar performa motor tetap terjaga lakukan service ringan dan besar secara berkala.

3. Cara Berkendara
Posisi berkendara harus ideal dan bekali juga diri kamu dengan pengetahuan tentang rambu lalu-lintas dan tata cara berkendara di jalan raya, contohnya selalu menyalip kendaraan lain dari sebelah kanan, tidak melakukan kegiatan lain selagi berkendara (menelpon, sms, mendengarkan musik), tertib pada peraturan dan tidak ugal-ugalan. Di banyak kasus, kecelakaan motor lebih sering diakibatkan oleh faktor manusia itu sendiri selain faktor kendaraan atau fasilitas jalan yang rusak.

4. Menguasai Teknik Berkendara
Sebagai pengendara yang smart, kita harus menguasai berbagai macam teknik berkendara. Beberapa teknik berkendara yang wajib kita kuasai adalah :
- Teknik pengereman, baik menggunakan rem depan, rem belakang, dan kombinasi antara keduanya.
- Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit, berguna untuk melatih keseimbangan tanpa menurunkan kaki.
- Slalom, bermanufer ke kiri dan ke kanan, bisa bermanfaat ketika kita berkendara di jalan yang padat atau macet.
- Bumpy road, teknik berkendara ketika melaju di atas jalan yang tidak rata atau bergelombang tanpa tergelincir. (cad)